Sebagaimana firman Alloh Swt dalam surat Al-Hasyr ayat 18 :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
dan firman Alloh Swt dalam surat al-Anbiya ayat 1-2 :
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).
Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,
dan firman Alloh Swt dalam surat al-Kahfi ayat 49 :
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang Telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
dan firman Alloh Swt dalam surat ali Imron ayat 30 :
Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang Telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Tentang Pendukung Muhasabah
Pendukung muhasabah adalah al-i`tishom dan al-istiqomah, karena keduanya buah yang dimaksudkan.
Adapun hakekat muhasabah ( introfeksi diri ) adalah mengambil nilai yang berlalu dan yang akan datang.menurut Ijma ( kesepakatan para Ulama )
Muhasabah merupakan suatu kewajiban.Kandungan Ilmu dengan muhasabah yaitu Iman terhadap muhasabah Alloh Swt.yang mengharuskan adanya pegangan ( i`tishom ).
Perbedaan antara Istiqomah ( tegak lurus ) dan i`tishom adalah, kalau i`tishom berpegang erat pada kitab Allah Swt. Dan menjaga hukum-hukumnya
Sedangkan Istiqomah adalah keteguhan dan kemandirian dari kecendrungan pada dua pangkal perkara yang di pegang dan istiqomah mempunyai maksud pada dzatiyah-Nya dan maksud pada yang lain-Nya.
Istiqomah yang dimaksudkan pada dzatiyyahnya adalah merupakan sarana masuk menuju derajat terhimpun dari jurang perbedaan
Wallohu A`lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar